Beranda / Olahraga / 30 Istilah di Gym yang Wajib Diketahui oleh Pemula

30 Istilah di Gym yang Wajib Diketahui oleh Pemula

Istilah di gym
Daftar Istilah di Gym yang Wajib Diketahui oleh Pemula. Foto: Dok. Eduvitas.com

Eduvitas.com – Memulai perjalanan kebugaran di gym bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membingungkan, terutama bagi pemula. Salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah memahami berbagai istilah yang sering digunakan oleh instruktur atau sesama anggota gym.

Tanpa pengetahuan tentang istilah-istilah ini, sesi latihan bisa terasa asing dan kurang efektif. Oleh karena itu, penting bagi siapa saja yang baru pertama kali masuk ke dunia gym untuk membekali diri dengan pemahaman dasar tentang istilah yang umum digunakan. Istilah-istilah di gym tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi juga berfungsi sebagai panduan dalam menjalankan latihan yang tepat dan aman.

Mulai dari istilah tentang jenis latihan, nama alat fitness, hingga istilah seputar teknik pernapasan, semuanya memiliki peran penting dalam membantu kamu mencapai target kebugaran dengan optimal. Memahami arti dari istilah seperti “reps”, “sets”, atau “cardio” dapat membuat rutinitas olahraga menjadi lebih terarah dan menyenangkan.

Selain membantu memahami instruksi, mengenal istilah di gym juga dapat meningkatkan rasa percaya diri saat berlatih. Kamu tidak perlu lagi merasa canggung saat mendengar instruktur menyebutkan teknik tertentu atau saat membaca program latihan yang menggunakan istilah asing. Dengan bekal pengetahuan ini, kamu bisa lebih fokus untuk mencapai tujuan kebugaran tanpa harus bingung dengan kata-kata yang sebelumnya terdengar rumit.

Daftar Istilah di Gym yang Wajib Diketahui oleh Pemula

Agar perjalanan fitness kamu lebih lancar, berikut ini adalah daftar istilah di gym yang wajib diketahui oleh pemula sebelum memulai latihan.

1. Reps (Repetitions)

Reps atau repetisi adalah jumlah pengulangan dalam satu gerakan latihan. Misalnya, jika kamu melakukan push-up sebanyak 10 kali sebelum beristirahat, maka itu berarti kamu melakukan 10 reps. Memahami istilah ini penting agar kamu tahu seberapa banyak ototmu harus bekerja dalam setiap sesi.

2. Sets

Set adalah kumpulan dari beberapa repetisi yang kamu lakukan dalam satu rangkaian. Sebagai contoh, jika kamu melakukan 10 push-up sebanyak 3 kali dengan istirahat di antaranya, maka kamu telah melakukan 3 set. Biasanya program latihan akan mencantumkan jumlah set dan reps agar latihan lebih terstruktur.

3. Cardio

Cardio adalah jenis latihan yang bertujuan meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru. Latihan seperti lari di treadmill, bersepeda statis, atau lompat tali termasuk dalam kategori cardio. Bagi pemula, cardio penting untuk membakar kalori dan meningkatkan stamina sebelum fokus pada latihan angkat beban.

4. Warm Up

Warm up atau pemanasan adalah aktivitas ringan yang dilakukan sebelum latihan inti. Tujuannya adalah mempersiapkan otot dan sendi agar terhindar dari cedera. Pemanasan bisa berupa jogging ringan, stretching dinamis, atau gerakan sederhana lainnya.

5. Cool Down

Cool down atau pendinginan dilakukan setelah latihan selesai untuk membantu tubuh kembali ke kondisi normal. Biasanya berupa stretching ringan untuk mengurangi ketegangan otot dan mempercepat pemulihan.

6. Strength Training

Strength training adalah latihan yang bertujuan meningkatkan kekuatan otot, biasanya dengan beban seperti dumbbell, barbell, atau mesin fitness. Latihan ini membantu membentuk tubuh lebih ideal dan meningkatkan metabolisme.

7. HIIT (High-Intensity Interval Training)

HIIT adalah latihan dengan intensitas tinggi yang diselingi dengan istirahat singkat. Metode ini efektif untuk membakar lemak dalam waktu singkat dan cocok bagi yang memiliki jadwal sibuk.

8. BMI (Body Mass Index)

BMI atau Indeks Massa Tubuh adalah angka yang digunakan untuk menentukan apakah berat badanmu ideal dibandingkan dengan tinggi badan. Di gym, istilah ini sering digunakan sebagai acuan awal untuk menyusun program latihan.

9. Personal Trainer

Personal trainer adalah pelatih profesional yang membantu merancang program latihan sesuai tujuan dan kondisi fisikmu. Mereka juga membimbing teknik latihan agar kamu terhindar dari cedera.

10. Form

Form atau teknik adalah cara yang benar dalam melakukan gerakan latihan. Menjaga form yang baik sangat penting agar latihan efektif dan aman. Salah posisi bisa menyebabkan cedera, terutama pada latihan beban.

11. Free Weights

Free weights adalah alat angkat beban seperti dumbbell, barbell, dan kettlebell yang bisa digunakan tanpa mesin. Latihan dengan free weights melibatkan lebih banyak otot stabilizer dan membantu membangun kekuatan secara merata.

12. Machine Weights

Kebalikan dari free weights, machine weights adalah alat angkat beban yang menggunakan jalur gerak tetap, seperti leg press machine atau chest press machine. Cocok untuk pemula karena lebih mudah digunakan dengan risiko cedera yang lebih rendah.

13. Progressive Overload

Istilah ini berarti secara bertahap menambah beban, repetisi, atau intensitas latihan dari waktu ke waktu untuk terus menantang otot dan mendorong pertumbuhan serta kekuatan.

14. Superset

Superset adalah teknik latihan di mana kamu melakukan dua latihan berbeda secara berurutan tanpa istirahat di antaranya. Superset efektif untuk menghemat waktu dan meningkatkan intensitas latihan.

15. Failure

Latihan hingga failure berarti kamu mengulangi gerakan sampai benar-benar tidak mampu lagi melakukan satu repetisi pun dengan teknik yang benar. Ini biasa dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan otot.

16. Core

Core adalah kelompok otot di area perut, punggung bawah, dan pinggul yang berfungsi sebagai penstabil tubuh. Melatih core penting untuk postur yang baik dan mencegah cedera.

17. Lactic Acid

Asam laktat adalah zat yang dihasilkan otot saat bekerja keras, yang sering menyebabkan sensasi panas atau nyeri saat latihan intens. Ini tanda bahwa ototmu sedang bekerja keras.

18. DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness)

DOMS adalah rasa nyeri otot yang muncul 24-72 jam setelah latihan, terutama jika kamu mencoba gerakan baru atau meningkatkan intensitas latihan. Ini hal normal dalam proses adaptasi otot.

19. Bulking

Bulking adalah fase di mana seseorang meningkatkan asupan kalori untuk menambah massa otot. Biasanya disertai latihan beban berat dan bertujuan meningkatkan ukuran tubuh secara keseluruhan.

20. Cutting

Cutting adalah fase mengurangi lemak tubuh sambil mempertahankan massa otot. Ini biasanya dilakukan setelah fase bulking agar otot terlihat lebih jelas dan tubuh lebih kencang.

21. Calories In vs Calories Out

Prinsip ini menyatakan bahwa berat badan dipengaruhi oleh jumlah kalori yang masuk dari makanan dibandingkan dengan kalori yang dibakar tubuh. Untuk menurunkan berat, kalori yang keluar harus lebih banyak daripada yang masuk.

22. Macros (Macronutrients)

Macros adalah nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh, yaitu protein, karbohidrat, dan lemak. Mengatur asupan macros penting untuk mendukung tujuan kebugaran, baik itu membentuk otot atau menurunkan berat badan.

23. Spotter

Spotter adalah orang yang membantu kamu saat melakukan latihan beban berat, seperti bench press. Tugasnya memastikan keamanan dan membantu jika kamu kelelahan di tengah latihan.

24. Rest Day

Rest day atau hari istirahat adalah bagian penting dalam program latihan. Pada hari ini, tubuh diberi waktu untuk memulihkan diri dan memperbaiki otot yang rusak akibat latihan sebelumnya.

25. Stretching

Stretching atau peregangan membantu meningkatkan fleksibilitas otot, mengurangi risiko cedera, dan mempercepat pemulihan setelah latihan. Baik dilakukan sebelum dan sesudah latihan.

26. Deadlift

Deadlift adalah latihan compound (melibatkan banyak otot) yang menargetkan otot punggung, kaki, dan core. Ini adalah salah satu gerakan dasar yang sering diajarkan kepada pemula karena manfaatnya yang besar.

27. Squat

Squat adalah latihan dasar yang menargetkan otot paha, bokong, dan core. Gerakan ini penting untuk kekuatan tubuh bagian bawah dan meningkatkan performa dalam aktivitas sehari-hari.

28. Bench Press

Latihan ini fokus pada otot dada, bahu, dan tricep. Bench press menggunakan barbell atau dumbbell dan menjadi salah satu indikator utama kekuatan tubuh bagian atas.

29. Pull Up

Pull up adalah latihan berat badan yang menargetkan otot punggung dan lengan. Gerakan ini menantang namun efektif untuk membangun kekuatan tubuh bagian atas.

30. Mind Muscle Connection

Istilah ini mengacu pada fokus mental saat melatih otot tertentu, sehingga kontraksi otot lebih maksimal. Dengan meningkatkan koneksi pikiran dan otot, latihan bisa menjadi lebih efektif.

Penutup

Dengan memahami istilah-istilah dasar yang sering digunakan di gym, kamu bisa lebih percaya diri dan terarah dalam menjalani latihan. Tak hanya itu, latihanmu juga akan menjadi lebih efektif karena kamu tahu tujuan dari setiap gerakan yang dilakukan. Jangan ragu untuk terus belajar istilah baru dan bertanya pada instruktur jika masih bingung.

Kalau kamu sudah siap, yuk mulai latihan di gym favoritmu! Untuk panduan lebih lanjut seputar tips pemula, program latihan, atau rekomendasi alat fitness terbaik, kamu bisa baca artikel lainnya di blog ini. Semakin kamu paham, semakin cepat juga kamu mencapai body goals yang diimpikan,

Berita Populer

01

Daftar PTN yang Masih Buka Jalur Mandiri hingga September 2025

02

30 Istilah di Gym yang Wajib Diketahui oleh Pemula

03

Mengenal Dunia Sekolah dan Perannya dalam Pendidikan Masyarakat

04

Daya Tampung Jalur Mandiri PTN di Indonesia 2025

05

10 Tips Ampuh untuk Menghadapi Anak yang Tidak Mau Sekolah

Berita Terbaru



Cara agar Produktif Setiap Hari